August 2012
2 posts
Menyesap Rindu (2)
Ah, rindu satu bulan Ramadhan di sebelas lainnya kurang saya sesapi dengan khidmat mungkin ya? Tiap detiknya masih ada saja yang rasanya terbuang percuma.
Menyesap Rindu (1)
Rindu itu baiknya disesap lamat-lamat. Agar saat bertemu telah tiba, dimaknai setiap detiknya. Takut kehilangan setiap detiknya.
February 2012
1 post
Orang Sakit Pun Bermain #kode
Di sebuah kamar kost dua orang sedang makan siang bersama
X: Hueee ga berasa apa-apa ini makanannyaaa...
Y: Emang begitu kalo sakit.
X: Pantesan ya anak kecil kalo sakit maunya makan junkfood mulu.
Y: Biar rasanya kentara ya?
X: Iya, kalo masakan rumah gini kan kerasanya hambar banget. Enak kayanya kalo junkfood gitu tetep kerasa bumbunya.
Y: Iya he eh.
*hening sejenak*
Y: Eh itu kode ya maksudnya?
X: *nyengir*
Percakapan di atas disponsori oleh @titadelia, room-mate ter-oke yng selalu direpotin kalo saya lagi sakit.
P. S. Nah sekarang jadi dapet inspirasi kan mending bawain apa kalo mau jenguk? *huahaha terlalu jelas kodenya*
December 2011
3 posts
Kenali, Hindari, dan Tangani Gangguan Makan →
mirzaannisa:
Some of my friend and me made this website to fulfill one of our assignment. Please open it and give us feedbacks :D
Ibu mencintai kita seolah tak ada hari esok, sementara kita terus berjanji akan...
– Fahd Djibran (via kuntawiaji)
November 2011
1 post
Katanya semester 5 berat banget? Kata siapa?
Sabar sehari lagi laptop sembuh, Aqis.
Ga boleh ngeluh ga boleh ngeluh udah beberapa minggu ngeluhnya disimpen, sekarang sehari lagi pasti bisa ga ngeluh pasti bisa.
Ga boleh ngeluh bolak-balik download dari gdocs - pindah file ke hp - ngetik di hp - email ke akun sendiri - pilih-pilih copy ke gdocs karena ada yg sama atau ga sinambung sama yg lain yg dibikin - download lagi - pindahin lagi ke...
August 2011
1 post
1 tag
My father used to say, ‘Don’t raise your voice. Improve your argument’.
– Archbishop Desmond Tutu (via putrirahel, absolute-best-posts, quotebites)
July 2011
2 posts
Kalian punya kelebihan dibanding yang lain: skill + confidence. Mindset generasi...
– Dino Patti Djalal
Kencan Malam Minggu: @mtaufann @r_yoan
Ada beberapa lingkaran orang yng selalu bikin saya ngerasa “hangat” setelah ngobrol, makan, ketawa, nyanyi, nyampah, ataupun sekedar ketemu.
Lingkaran orang yang ngasih sensasi sama kaya lagi pake piyama, unpretentious tapi luar biasa nyamannya.
Salah satunya Opan sama Ramadhan, temen se-SMA yang deket gara-gara sering nginep bareng di tempat les dulu jaman tes masuk kuliah.
Ga...
June 2011
4 posts
Muhamad Reza Alfiandri: #PrayForAriyanni →
rezaalfiandri:
Rekan-rekan sekalian,
Salah seorang teman kita Ariyanni Angkatan 2008 (X-5, XI IPA 4, XII IPA 4) mengalami kecelakaan dan dirawat di RSPP karena pendarahan pada otak. Ariyanni terjatuh dari Metro Mini saat pulang Kerja Praktek dari Reka Spasia Indonesia (RSI) Jakarta, kepalanya membentur trotoar…
Razia Polisi Tengah Malem Itu Biasa Ya?
Tau ga, tengah malem kemarin depan Margo City macet padat merayap! Tengah malem loh, bukan pagi pas jam-nya berangkat sekolah atau sore pas bubaran kantor. Udah waswas aja kirain ada kecelakaan atau pembunuhan. *haha efek nonton berita isinya kaya gitu mulu :p
Eh ternyata simpel kok alesannya, razia kendaraan bermotor. Pengendara motor banyak banget yang kena, Pak Polisi-nya sampe satu tronton...
May 2011
9 posts
Tentang Ayam yang Tidak (Mau) Terbang
Di suatu rimba tengah pulau tidak bertuan.
Kolibri: Ayam, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu? Tapi aku mohon kamu jangan marah.
Ayam: Boleh, namun perkara marah atau tidak, seharusnya kamu tau bahwa konsekuensi atas sebuah pilihan seringkali tidak bisa dipilih.
Kolibri: Emm, baiklah. Aku akan mulai dengan sebuah silogisme. Ayam memiliki sayap. Sayap adalah syarat untuk terbang. Berarti seharusnya ayam bisa terbang karena memiliki sayap?
Ayam: Iya.
Kolibri: Lalu kenapa kamu tidak bisa terbang?
Ayam: Saya? Dulu, dulu sekali, saya bisa terbang. Saya suka terbang. Saya cinta terbang, mencintai angin yang berderu di sekeliling. Sampai suatu waktu tanpa sadar angin berderu terlalu kencang, lalu saya berputar bersamanya. Dan sayap saya rusak.
Kolibri: Rusak permanen?
Ayam: Tidak, tapi sayap saya luka terlalu parah. Hingga butuh waktu sangat lama untuk menyembuhkannya. Pada proses penyembuhan itulah saya belajar tentang sesuatu. Tentang melakukan apa yang makhluk lain katakan.
Kolibri: Orang lain yang membuatmu tidak bisa terbang?
Ayam: Tidak sepenuhnya. Saya percaya tindakan tidak akan terjadi tanpa kendali dalam diri.
Kolibri: Lalu? Apa yang kamu maksud melakukan apa yang makhluk lain katakan?
Ayam: Pada saat proses penyembuhan dulu, sayap saya sama sekali tidak dapat difungsikan dengan baik. Sayap saya hanya seperti hiasan di samping tubuh. Ada, tapi tidak bermakna.
Kolibri: Lalu?
Ayam: Saat itulah banyak makhluk menganggap saya tidak lagi bisa terbang.
Kolibri: Sebanyak itu?
Ayam: Iya, sebanyak itu. Jika hanya satu atau dua saja saya bisa tidak peduli. Ini banyak, banyak sekali. Hewan, manusia, bahkan hingga angin yang dulu saya cintai menganggap saya tidak lagi bisa terbang. Bisa bayangkan berapa jumlahnya jika mereka dikhususkan? Hewan terdiri dari angsa, singa, gajah, kupu-kupu, belalang, rusa, tikus, cicak, kecoa, panda, koala, dan lain yang banyak sekali jumlahnya. Lalu manusia, kamu tau ada berapa jumlahnya di sana? Dan angin, bisa kamu bayangkan hal yang paling dicintai seolah mengingkari kenyataan?
Kolibri: Lalu kamu berhenti dari proses penyembuhan?
Ayam: Tidak, saya menjalani proses itu diam-diam. Setenang air di laut yang dalam.
Kolibri: Dan proses itu berhasil?
Ayam: Hampir. Jika yang disebut sembuh adalah kembali ke keadaan semula, saya hanya sampai di titik hampir.
Kolibri: Kenapa hanya sampai di titik hampir? Apakah sayapmu tidak bisa berfungsi lagi?
Ayam: Bisa, berfungsi sama baiknya dengan sebelumnya. Tapi sayap itu tidak lagi saya pakai untuk terbang, hanya sebagai hiasan di samping tubuh saya, seperti yang mereka bilang.
Kolibri: Kenapa?
Ayam: Kamu tidak bosan terus bertanya?
Kolibri: Tidak, saya senang mendengar ceritamu. Kamu bosan menjawab?
Ayam: Mereka terlalu yakin dengan ucapannya, anggapannya. Saya hanya membantu membuktikan bahwa mereka benar. Itu harapan mereka kan? Mereka berharap anggapan mereka benar lalu selesai, semuanya berbahagia.
Kolibri: Selesai? Apa yang selesai? Bagiku itu tidak menyelesaikan apa-apa. Mereka harus tau bahwa anggapan mereka salah. Bahwa kamu masih bisa terbang. Bahwa kamu tidak mau terbang karena ingin membuktikan anggapan mereka. Bahwa anggapan mereka sudah keterlaluan karena itu menjadi label bagimu. Karena label yang melekat seringkali menjadi penyebab atas perwujudannya.
Ayam: ....
Kolibri: Lalu tentang semuanya berbahagia, apakah kamu bahagia?
Ayam: ....
Kolibri: Ah sayang waktu-ku hampir habis, namun setidaknya ada satu makhluk yang tau bahwa kamu masih bisa terbang. Semoga di sisa waktu ini saya masih sanggup berdoa agar mereka berhenti. Berhenti memberikan label pada hal yang sesungguhnya sedang berubah, seperti perubahan kesembuhan sayapmu. Agar tidak ada lagi yang sepertimu. Agar kamu mau terbang lagi.
Ayam: ....
Kolibri: Aku sangat senang mendengar ceritamu. Terima kasih banyak. Tolong kabari aku saat kamu mau terbang lagi.
Itulah salah satu untungnya belajar psikologi, kita jadi bisa ngukur sampai...
– kata seorang teman dulu pas lagi galau
When our hope doesn't meet reality, all we can do...
karena doa menembus ruang dan waktu. dalam hal apa pun. .
.
P. S. semoga lancar pertunjukan besok, Alif sayang :D walopun ga jadi bisa nonton, tapi doa Icha mengiringi :) berdoa dulu jangan lupaaa! SEMANGAT! :D
Dalam doa nama-Mu aku sebut
Dalam air dia meluruh. Dalam ombak dia mendebur. Dalam angin dia bertiup. Dalam api dia berkobar. Dalam doa kamu aku sebut. Dalam sujud aku… merasa kecil.
February 2011
1 post
love will find a way
Peringatan: kayanya ini bakal panjang, jadi jangan protes ya kalo nanti di akhir nyesel nyempetin buat baca :p
“Lagi deket sama seseorang, Qis?” “Kenapa ga pacaran, Qis?” “Denger-denger katanya stuck ke satu orang yang itu, Qis?”
Kemarenan temen-temen sebidang di BEM kepo nanya-nanya tentang orang yang sering bikin saya galau, haha. Saya cuma bisa nyengir...
January 2011
1 post
December 2010
18 posts
could it be worse?
pensilmekanik:
i can see the door, but where’s the home?
i can see those plates, but where’s the kitchen?
i can see the bed, but where’s the room?
i can see the couch, but where’s the living room?
i can see the horn, but where’s the cow?
G. Merapi, Sleman, 25 Desember 2010
living for reality: menutup manis semester tiga... →
pravitasari:
Siapa yang gamau mengakhiri minggu kelabu dengan indah? Ya begitu juga saya dengan temen-temen kelompok metpenstat yang juara poster penelitian satu angkatan haha jumawa bentar boleh lah yah. Hehe. jadi, kemarin itu hari terakhir UAS sekaligus batas waktu ngumpulin laporan penelitian metpenstat….
'lawakan' menuju hari terakhir UAS
sepagian lagi ga enak perasaan, ternyata siang dapet sms.
Ita: Qis, flashdisk-nya kena virus shortcut.
Aqisth: (dalem hati) Astaghfirullah! (dan mendadak kesel setengah mati). | Ya Allaaah.. Ga bisa dibuka?
Ita: Iya, nyimpen copy-annya ga di laptop?
Aqisth: Oh, ada. Coba bawa lagi kesini, format ulang aja flashdisk-nya.
Cluk kucluk kucluk. Dateng Teh Upi (Anne) bawa flashdisk.
Teh Upi: Ini ada virusnya.
Aqisth: (diem, nyolokin flashdisk ke laptop) Format ulang aja geura ah! (sambil nunggu loading data)
Teh Upi: Hah serius?
Aqisth: (diem, tanpa dibuka, langsung klik kanan di drive F: --> Format.... --> klik Quick Scan, muncul peringatan lalalalala memory bakal ilang. Mikir bentar, "ga apa-apa deh semua datanya udah di copy ke flashdisk kan". Klik YES.)
Teh Upi: (adegan nyender plus merosot di tembok perpus, muka mangap)
Aqisth: :|
Teh Upi: Impulsif sumpah, aku mah pasti ngecek dulu ada data apa aja di dalemnyaaa!
Aqisth: Ga ada data apa-apa kok, soalnya beberapa minggu lalu juga baru di scan. Eh.... (melongo, speechless)
Teh Upi: Kenapa?
Aqisth: Esai psisos... (lemes)
Teh Upi: Di situ? Ga ada copy-annya?
Aqisth: Jurnal-nya... Semua jurnal dari Kak Nikki... Belum sempet di copy... (makin lemes, makiin ga ada suara, makin pucet)
Teh Upi: .........................
.
Dan deadline esai itu besok, dan semua (iya, SEMUA) jurnal ilang, dan dan dan ternyata perasaan ga enak saya terbukti:
Lawak?
Haha, bikin senyum meringis, hati menangis, miris.
.
Selamat UAS, selamat liburan!
.
Salam hati yang semakin tipis teriris-iris,
Annisa Qisthi
pergunakan lah laptop dengan laptop-iawi!
– kasian, hampir 3 hari ga di shutdown, sama kaya yang punya. pergunakan lah badan dengan manusiawi, qis!
2+3=5, so does 1+4. This just goes to show that...
365thoughts:
— Justin Naidl
halo kalian, temen saya tercinta, psikologi 2009:...
Ini foto angkatan kita yang pertama dan (masih) terakhir, diambil pas kapan ya? Ada yang inget? Kalo ga salah itu ga sengaja foto angkatan, kebetulan aja semuanya lagi kumpul di Akademos. Pokoknya jaman-jaman prosesi, yang kita pake jakun sepanjang hari selama sebulan, yang kita wawancara tiap hari ke senior tiap angkatan, ke dosen, ke satpam, ke cleaning service, yang kita takut-takut tiap ada...
SEMANGAT!
Jam setengah 5 pagi tadi udah siap ngampus tinggal pake sepatu terus berangkat! :D
“Mau ngapain, qis” Ga ngapa-ngapain, hehe. Kadang efek ga tidur semaleman itu berguna juga, soalnya cara satu-satunya biar ga tidur sehabis subuh ya pake baju rapi kaya mau pergi. Kalo masih pake piyama sih alamat bablas sampe taun depan. *haha lebay
Hari ini siap tempur dengan senjata: outline esai (belum di print...
Insomnia? Rrr, iya.
“Makanya lo tidur cepet dong! Ga ngerasa rugi apa gini mulu? Gue sih kalo jadi lo bakalan ngerasa rugi.”
“Ngerasa kok. Tapi….”
“Kalo terus-terusan kaya gini mau gimana coba? Ga pengen berubah?
(menghela napas sejenak) “I will if I could”
.
Minggu lalu pas kelas Psikologi Perkembangan lagi ngebahas tentang Adolescence, Mbak Ita nanya, “Siapa di sini yang insomnia?” Kanan-kiri-depan-belakang...
November 2010
10 posts
1 tag
Pemuda yang Biasa Saja
Ini tulisan terbaru salah satu penulis favorit saya, Tita Adelia - Ilmu Politik UI 2010. Selamat membaca! :D
“I’m starting with the man in the mirror.. I’m asking him to change his ways..”
Sebuah lagu bersuarakan almarhum bintang pop dunia melantun di siang bolong Depok yang panas. Dari lagu ini terlahir sejumput inspirasi, selamat menikmati.
Apakabar Indonesia? Hanya orang yang buta atau tuli...