aqisth's clues

Audio

1 year ago with 60 plays & 2 notes.

Via auliafarizqa

Teruslah berjalan, teruslah melangkah

Ku tau kau tau, aku ada

Comments
Comments

Image

1 year ago with 31 notes

Via beingindonesian

beingindonesian:

Sunset in Enggano Island, off west shore Bengkulu, Indonesia.
(by mclarenmilan)




ma ma ma mau pantaaai!!!

beingindonesian:

Sunset in Enggano Island, off west shore Bengkulu, Indonesia.

(by mclarenmilan)

ma ma ma mau pantaaai!!!

(via nikkichio)

Comments

Text

1 year ago with 4 notes

Razia Polisi Tengah Malem Itu Biasa Ya?

Tau ga, tengah malem kemarin depan Margo City macet padat merayap!
Tengah malem loh, bukan pagi pas jam-nya berangkat sekolah atau sore pas bubaran kantor.
Udah waswas aja kirain ada kecelakaan atau pembunuhan. *haha efek nonton berita isinya kaya gitu mulu :p

Eh ternyata simpel kok alesannya, razia kendaraan bermotor.
Pengendara motor banyak banget yang kena, Pak Polisi-nya sampe satu tronton pula.
Hectic banget deh tengah malem itu :o

Puluhan (atau ratusan?) lembar surat tilang dibuat malam itu.
Mungkin ditambah lembaran I Gusti Ngurah Rai atau Soekarno-Hatta yang diuwel-uwel ke tangan Pak Polisi.
Hehe ya ditambah bisik-bisik memelas sih keliatannya.

Ada yang menarik, beberapa meter sebelum lokasi razia itu bertepatan sama gerbang keluar Margo City.
Di situlah terjadi percakapan yang sayup-sayup kedengerannya gini:

Seorang cewe cantik (C): Iya, Pak, saya mau masuk tapi kan di situ ada razia, banyak banget polisinya gimana ya, Pak.
Satpam-yang-lupa-ganteng-atau-engga (S): (ngangguk-ngangguk, ga kedengeran ngomong apa)
C: Gimana kalo saya lewat sini aja boleh ga, Pak? (nunjuk ke gerbang keluar)
S: Wah, kan harus masuk gerbang depan, cetak tiketnya dari sana nanti ga dapet tiket parkir gimana?
C: Jadi gimana ya, Pak, tolong deh, Pak, banyak banget polisinya. (….) *fade out*

Setelah denger percakapan itu jadi penasaran gimana ya gambaran polisi yang ada di pikiran cewe itu.
Terus jadi kepikiran survey yang lagi dilakuin Kastrat BEM Psikologi UI, tentang persepsi dan sikap masyarakat terhadap peran dan kinerja polisi.

Penasaran deh hasilnya gimana.
Apa sih yang ada di pikiran orang-orang pas liat polisi?

Yuk yuuu yang mau ikut berpartisipasi jadi bagian dari responden survey klik http://bit.ly/krsO3C terus isi survey-nya :D
Siapapun boleh ikutan kok asal udah 17 tahun, cuma butuh 1-4 menit aja buat isi surveynya loh! *sekalian promosi :D

Oh iya, ada satu pertanyaan malem kemarin yang belum kejawab sampe sekarang: Kenapa sih harus tengah malem ngadain razia-nya?
Ada yang bisa jelasin? :)

Comments

Chat

1 year ago with 1 note

Tentang Ayam yang Tidak (Mau) Terbang

  • Di suatu rimba tengah pulau tidak bertuan.
  • Kolibri: Ayam, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu? Tapi aku mohon kamu jangan marah.
  • Ayam: Boleh, namun perkara marah atau tidak, seharusnya kamu tau bahwa konsekuensi atas sebuah pilihan seringkali tidak bisa dipilih.
  • Kolibri: Emm, baiklah. Aku akan mulai dengan sebuah silogisme. Ayam memiliki sayap. Sayap adalah syarat untuk terbang. Berarti seharusnya ayam bisa terbang karena memiliki sayap?
  • Ayam: Iya.
  • Kolibri: Lalu kenapa kamu tidak bisa terbang?
  • Ayam: Saya? Dulu, dulu sekali, saya bisa terbang. Saya suka terbang. Saya cinta terbang, mencintai angin yang berderu di sekeliling. Sampai suatu waktu tanpa sadar angin berderu terlalu kencang, lalu saya berputar bersamanya. Dan sayap saya rusak.
  • Kolibri: Rusak permanen?
  • Ayam: Tidak, tapi sayap saya luka terlalu parah. Hingga butuh waktu sangat lama untuk menyembuhkannya. Pada proses penyembuhan itulah saya belajar tentang sesuatu. Tentang melakukan apa yang makhluk lain katakan.
  • Kolibri: Orang lain yang membuatmu tidak bisa terbang?
  • Ayam: Tidak sepenuhnya. Saya percaya tindakan tidak akan terjadi tanpa kendali dalam diri.
  • Kolibri: Lalu? Apa yang kamu maksud melakukan apa yang makhluk lain katakan?
  • Ayam: Pada saat proses penyembuhan dulu, sayap saya sama sekali tidak dapat difungsikan dengan baik. Sayap saya hanya seperti hiasan di samping tubuh. Ada, tapi tidak bermakna.
  • Kolibri: Lalu?
  • Ayam: Saat itulah banyak makhluk menganggap saya tidak lagi bisa terbang.
  • Kolibri: Sebanyak itu?
  • Ayam: Iya, sebanyak itu. Jika hanya satu atau dua saja saya bisa tidak peduli. Ini banyak, banyak sekali. Hewan, manusia, bahkan hingga angin yang dulu saya cintai menganggap saya tidak lagi bisa terbang. Bisa bayangkan berapa jumlahnya jika mereka dikhususkan? Hewan terdiri dari angsa, singa, gajah, kupu-kupu, belalang, rusa, tikus, cicak, kecoa, panda, koala, dan lain yang banyak sekali jumlahnya. Lalu manusia, kamu tau ada berapa jumlahnya di sana? Dan angin, bisa kamu bayangkan hal yang paling dicintai seolah mengingkari kenyataan?
  • Kolibri: Lalu kamu berhenti dari proses penyembuhan?
  • Ayam: Tidak, saya menjalani proses itu diam-diam. Setenang air di laut yang dalam.
  • Kolibri: Dan proses itu berhasil?
  • Ayam: Hampir. Jika yang disebut sembuh adalah kembali ke keadaan semula, saya hanya sampai di titik hampir.
  • Kolibri: Kenapa hanya sampai di titik hampir? Apakah sayapmu tidak bisa berfungsi lagi?
  • Ayam: Bisa, berfungsi sama baiknya dengan sebelumnya. Tapi sayap itu tidak lagi saya pakai untuk terbang, hanya sebagai hiasan di samping tubuh saya, seperti yang mereka bilang.
  • Kolibri: Kenapa?
  • Ayam: Kamu tidak bosan terus bertanya?
  • Kolibri: Tidak, saya senang mendengar ceritamu. Kamu bosan menjawab?
  • Ayam: Mereka terlalu yakin dengan ucapannya, anggapannya. Saya hanya membantu membuktikan bahwa mereka benar. Itu harapan mereka kan? Mereka berharap anggapan mereka benar lalu selesai, semuanya berbahagia.
  • Kolibri: Selesai? Apa yang selesai? Bagiku itu tidak menyelesaikan apa-apa. Mereka harus tau bahwa anggapan mereka salah. Bahwa kamu masih bisa terbang. Bahwa kamu tidak mau terbang karena ingin membuktikan anggapan mereka. Bahwa anggapan mereka sudah keterlaluan karena itu menjadi label bagimu. Karena label yang melekat seringkali menjadi penyebab atas perwujudannya.
  • Ayam: ....
  • Kolibri: Lalu tentang semuanya berbahagia, apakah kamu bahagia?
  • Ayam: ....
  • Kolibri: Ah sayang waktu-ku hampir habis, namun setidaknya ada satu makhluk yang tau bahwa kamu masih bisa terbang. Semoga di sisa waktu ini saya masih sanggup berdoa agar mereka berhenti. Berhenti memberikan label pada hal yang sesungguhnya sedang berubah, seperti perubahan kesembuhan sayapmu. Agar tidak ada lagi yang sepertimu. Agar kamu mau terbang lagi.
  • Ayam: ....
  • Kolibri: Aku sangat senang mendengar ceritamu. Terima kasih banyak. Tolong kabari aku saat kamu mau terbang lagi.
Comments

Image

1 year ago with 260,657 notes

Via lvmrsmn

cymumbles:


One night President Obama and his wife Michelle decided to do something out of routine and go for a casual dinner at a restaurant that wasn’t too luxurious. When they were seated, the owner of the restaurant asked the President’s Secret Service if he could please speak to the First Lady in private. They obliged and Michelle had a conversation with the owner. Following this conversation President Obama asked Michelle, “Why was he so interested in talking to you?” She mentioned that in her teenage years, he had been madly in love with her. President Obama then said, “So if you had married him, you would now be the owner of this lovely restaurant,” to which Michelle responded, “No. If I had married him, he would now be the President.”

 WOW. That’s the spirit. I love her!

cymumbles:

One night President Obama and his wife Michelle decided to do something out of routine and go for a casual dinner at a restaurant that wasn’t too luxurious. When they were seated, the owner of the restaurant asked the President’s Secret Service if he could please speak to the First Lady in private. They obliged and Michelle had a conversation with the owner. Following this conversation President Obama asked Michelle, “Why was he so interested in talking to you?” She mentioned that in her teenage years, he had been madly in love with her. President Obama then said, “So if you had married him, you would now be the owner of this lovely restaurant,” to which Michelle responded, “No. If I had married him, he would now be the President.”

 WOW. That’s the spirit. I love her!

(Source: lvmrsmn, via putriastari)

Comments

Image

2 years ago with 70 notes

Via rinaldi-a

kalengikansarden:

High school. High smarteyassed. High drunked by pile of physics exercises. High discourses. High livin.

kalengikansarden:

High school. High smarteyassed. High drunked by pile of physics exercises. High discourses. High livin.

(via alicethegreentea)

Comments

Video

2 years ago with 1 note

Via mirzaannisa

mirzaannisa:

http://annisaqisthi.tumblr.com/

SEMANGAAAAAT!

haha ayo jalan-jalan, Mbaaah! :DD

Comments

Quote

2 years ago

Itulah salah satu untungnya belajar psikologi, kita jadi bisa ngukur sampai sejauh mana boleh nyalahin diri sendiri, dan sisanya adalah bukan.”
— kata seorang teman dulu pas lagi galau
Comments

Text

2 years ago with 1 note

When our hope doesn’t meet reality, all we can do is pray

karena doa menembus ruang dan waktu.
dalam hal apa pun.
.

.

P. S.
semoga lancar pertunjukan besok, Alif sayang :D
walopun ga jadi bisa nonton, tapi doa Icha mengiringi :)
berdoa dulu jangan lupaaa!
SEMANGAT! :D

Comments